Welcome to my blog

Memuat...

17 Apr 2015

Universitas Siliwangi


 Lambang Universitas Siliwangi

Universitas Negeri Siliwangi (disingkat UNSIL) adalah sebuah perguruan tinggi negeri di Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia.
Universitas Negeri Siliwangi merupakan universitas terbesar di Priangan Timur. Universitas ini berkomitmen untuk senantiasa mengembangkan universitas dan meningkatkan kualitas lulusannya yang mampu menopang pembangunan bangsa, di antaranya melalui pengiriman staf pengajar untuk studi lanjutan ke jenjang S-2 dan S-3 atau kursus pendek, baik di dalam maupun di luar negeri (Belgia dan Australia), serta melalui kerjasama dengan berbagai instansi pemerintah dan swasta di dalam dan luar negeri.
Sejak tahun 1996, Unsil mengangkat tenaga asing dari Amerika Serikat khususnya bagi pengembangan kemampuan berbahasa Inggris, baik bagi mahasiswa maupun untuk dosen.
Saat ini Unsil memiliki sekitar 13.000 mahasiswa dengan staf pengajar yang lebih dari 75% nya adalah lulusan S2 dan S3. Kampus Unsil berada di dalam kota, luas arealnya sebesar 22 ha, dilengkapi dengan laboratorium dan perpustakaan, sarana olah raga, balai pengobatan serta fasilitas lainnya termasuk fasilitas kegiatan kemahasiswaan, ditambah lahan praktikum dan penelitian bagi dosen dan mahasiswa seluas 37 ha.
Terdapat 27 macam wadah organisasi atau unit kegiatan kemahasiswaan yang aktivitasnya dibimbing dan diawasi oleh lembaga.
informasi Universitas Siliwangi Bisa menghubungi Staff Akademik Pulung Aguswanto,S.T 081914981283/085292080548

Fakultas dan Program Studi

  • Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)
    • Pendidikan Biologi
    • Pendidikan Bahasa Inggris
    • Pendidikan Matematika
    • Pendidikan Ekonomi dan Tata Niaga
    • Pendidikan Geografi
    • Pendidikan Sejarah
    • Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR)
    • Pendidikan Luar Sekolah
    • Pendidikan Bahasa Indonesia
  • Fakultas Ekonomi
    • Akuntansi
    • Manajemen
    • Ekonomi Pembangunan
    • Manajemen Keuangan dan Perbankan (Program D3)
  • Fakultas Teknik
    • Teknik Elektro
    • Teknik Informatika
    • Teknik Sipil
  • Fakultas Pertanian
    • Agribisnis
    • Agroteknologi
  • Fakultas Agama Islam (FAI)
    • Ekonomi Islam
  • Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK)
    • Kesehatan Masyarakat
  • Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP)
    • Ilmu Politik
  • Program Pasca Sarjana
    • Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH)
    • Agribisnis
    • Manajemen
 Sumber : Wukipedia

Perlu Orang "Gila" untuk membangun Indonesia



Bismillah......
siapa yang gak kenal dengan prof.Yohanes Surya. salah seorang Fisikawan asal indonesia yang membawa anak - anak indonesia ke pentas olimpiade science dunia. berkat ide - ide gilanya indonesia sekarang di kenal di mata dunia. ketika saya duduk di bangku SMA, seorang guru fisika sering menyebut - nyebut nama yohanes surya. saya menjadi penasaran, siapa yohanes surya? setelah diselidiki ternyata yohanes surya adalah seorang Fisikawan yang memiliki ide - ide gila.
berkaitan dengan ide gila yohanes surya, saya mendapatkan sebuah Artikel yang begitu menarik dengan judul "Perlu Orang "Gila" Untuk Membangun Indonesia". tulisan ini saya dapatkan dari Blog Mas Danang, yang beliau Forward dari E-mail Ajinamoto scholarship
semoga Bermanfaat..
Perlu orang “gila” untuk  membangun Indonesia

Salam dari Jayapura! Kami bertiga baru saja keluardari pedalaman Tolikara menyaksikan Olimpiade Astronomi se Asia-Pacific.Hasilnya? Pelajar2 Indonesia menduduki urutan ke-2 dari 9 negara, denganperolehan 1 medali emas, 2 perak dan 4 perunggu. Korea Selatan di urutanpertama dengan 2 emas. Indonesia berada diatas China, Rusia Kazakshtan,Kyrgistan, Nepal, Cambodia, dan Bangladesh. Lebih mengejutkan lagi, 3 medaliperunggu Indonesia di raih oleh pelajar asal Tolikara, kabupaten terpencil diTolikara, yang selama ini mengalami keterbelakangan pendidikan dan SDM. DariTolikara, Indonesia belajar!

Kisahnya dimulai dengan seorang “gila”bernama Yohanes Surya, pendiri Surya Institute dan salah satu aktivis olimpiadescience dunia, yang telah sukses mempromosikan banyak anak Indonesia ke ajangolimpiade science dunia, memprakarsai dilaksanakannya Olimpiade Astronomi AsiaPacific (APAO) di Indonesia. Program ini ditawarkan ke berbagai pemda diIndonesia, namun tidak ada yang tertarik. Hingga suatu hari …

Yohanes Surya ketemu dengan seorang”gila” lainnya bernama John Tabo, orang Papua, Bupati Tolikara,pegunungan tengah Papua, kabupaten baru yang terisolir dan hanya bisa dicapaidengan naik pesawat kecil dari Jayapura ke Wamena disambung berkendaraanoff-road selama 4 jam, daerah dimana laki-laki tanpa celana dan perempuan tanpapenutup dada, ditemukan dimana-mana. John Tabo, tanpa diduga, bersedia menjadisponsor pelaksanaan APAO di Indonesia, selain menjadi tuan rumah, dia jugamendanai seluruh biaya persiapan tim olimpiade Indonesia yang datang dariberbagai daerah di Indonesia termasuk dari Papua, selama 1 tahun. John Tabomembangun tempat khusus (hotel) untuk menjadi venue olimpiade ini. Orang yangberfikir normal pasti bilang, untuk apa John gila ini urusin Olimpiadeastronomi seperti ini? bukankah masih banyak persoalan internal kabupaten yangharus dia selesaikan? mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi dan berbagaiinfrastruktur dasar? Cari kerjaan dan masalah saja!

John Tabo melakukan terobosan “gila”.Dana diambil dari APBD, mau dari mana lagi? Dia tidak takut BPK atau BPKP yangakan menilainya salah prosedur. Untuk John Tabo, membangun adalah untuk rakyat,jangan dibatasi oleh hal-hal administratif. Yang penting misi dia untukmembangun SDM Tolikara yang mendunia dapat tercapai, dan itu”breakthrough” untuk mengatasi kemiskinan Tolikara, tidak perlumenunggu sampai infrastruktur jalan akses terbuka.

Dikumpulkanlah 15 anak Indonesia sejak februari2010 di Karawaci untuk, kesemuanya “gila”. 8 dari 15 anak tersebutdirekrut dari SMP/SMU Tolikara, yang semuanya memiliki kemampuan matematikayang rendah, menyelesaikan soal matematika tingkat kelas 4 SD saja tidak mampu.Bahkan ada yang namanya Eko, ketika ditanya 1/5 + 1/2, langsung dijawab 1/7!Seorang anak dari Kalimantan Tengah, malah tidak diijinkan kepala sekolah dangurunya untuk mengikuti persiapan olimpiade ini. Guru-gurunya mengatakan bahwaapa yang akan dia ikuti itu sia-sia saja. Dia melawan ini dan lari darisekolah!

Ke-15 anak ini dilatih oleh pelatih2″gila”, yang tidak bosan dan kesal melatih anak-anak ini. Dalam 10bulan ke-8 anak Tolikara ini mampu mengerjakan problem matematika paling sulit yangdiajarkan pada tingkat terakhir SMA atau tingkat awal universitas.

Pendekatan mengajarnya juga”gila”.  Astronomi adalah  kumpulan dari berbagai ilmuscience: matematika, fisika, kimia dan biologi menjadi satu mempelajarifenomena jagad raya. 

Ini juga ilmu gila. Bayangkan seorang anak seperti Eko dari pedalaman Tolikara dapat menjadi salah seorang anak terpandai dibidangastronomi didunia hanya dalam waktu 10 bulan??!!

Urusan ijin ternyata juga “gila-gilaan” .Ternyata even APAO ini tidak diakui oleh Kemdiknas. Akibatnya, untukmendatangkan peserta luar negeri, tidaklah mungkin mendapatkan fasilitas visadari negara. Pake prosedur normal ijin dari Pemerintah cq Mendiknas tidakkeluar. Entah gimana ceritanya …

Surya Institute akhirnya bertemu dengan seorang”gila” dari UKP4. Orang inilah yang mengetok Menteri Diknas, sehinggakemdiknas mau mengeluarkan ijin. Lalu orang ini memfasilitasi ijin visadisaat-saat terakhir, ketika semua sudah pasrah, bahkan orang ini mempertemukananak-anak Indonesia dengan wakil presiden RI. Orang normal mungkin akanberfikir, apa urusannya astronomi dengan wapres??!!

Lalu siorang gila dari UKP4 ini menugaskan 3 oranganggotanya yang kebetulan juga “agak gila” untuk datang menghadirikegiatan olimpiade di Tolikara. jadilah 3 orang itu sebagai satu2nya unsurpemerintah pusat dalam even Olimpiade di Tolikara. Lalu 3 orang inimembawa-bawa nama Wakil Presiden RI dan Kepala UKP4 untuk memotivasi anak2.Dalam percakapan hati ke hati dengan 15 orang anak, semalam sebelum pengumuman,tidak kurang 7 orang anak terharu menangis, melihat begitu besarnya perhatianpemerintah RI kepada mereka, sesuatu yang tidak pernah mereka rasakan daripemerintah di Jakarta selama 10 bulan mereka di godok di Karawaci. Datang danduduk bersama dengan mereka, ternyata lebih dari segalanya bagi anak-anak ini.Anak-anak Tolikara begitu terharu, menangis terisak, melihat ada orang Jakartamau datang melihat mereka di Tolikara.

Apa hasil dari semua kegilaan ini? Selainperolehan medali-medali diatas:

1. Indonesia dikenal lewat Tolikara! Tolikara,meskipun tidak dikenal Indonesia, namun telah membuktikan kepada dunia bahwadari tempat yang sedikit sekali dijamah pembangunan, bisa lahir juara-juaraolimpiade science, yang akan mengharumkan nama Indonesia ditingkat dunia,

2. Tolikara mulai membenahi sumber daya manusianyamenuju SDM berkualitas dunia. Hasil olimpiade ini telah memotivasi semua anakTolikara bahwa keterbatasan fisik dan fasilitas bukanlah halangan bagi anakTolikara untuk menjadi SDM terbaik dunia. 8 anak Tolikara yang bersaingditingkat dunia menjadi saksi hidup bahwa SDM Tolikara dapat bersaing ditingkatdunia.

3. Tolikara membuktikan bahwa mereka dapatmembangun “lebih cepat” jika cara berfikir “gila” iniditerapkan. Hanya dengan cara gila seperti ini pembangunan Papua dapatdipercepat.

4. Kita perlu “A Tolikara Approach”untuk sebuah percepatan pembangunan Papua!  

Pesan moral dari kisah ini: jadilah orang gilauntuk membangun Indonesia lebih baik! Never underestimate things! Kesempatan keTolikara telah memberikan pelajaran berharga bagi saya. Belajar tidak harusselalu dari tokoh dunia. Dari seorang anak SMP yang tidak pernah diperhitungkandipelosok Tolikara, kita dapat belajar untuk berbuat yang terbaik bagiIndonesia dan dunia.
Partogi Samosir
Counsellor
Embassy of the Republic of Indonesia
Washington, D.C.

3 Apr 2015

Tentang Saya

Assalammualaykum wr.wb
Nama lengkap saya Dzakir Ahmadsan, lahir di kabupaten garut tepatnya di kaki gunung Cikuray kecamatan cilawu. saya menamatkan pendidikan terakhir di SMA Negeri 19 Garut, dan sekarang sedang menempuh pendidikan Starta 1  jurusan Teknik Informatika di Universitas Siliwangi kota Tasikmalaya. meski pada  awal pendidikan di universitas siliwangi ini cukup berat, dikarnakan saya kurang tertarik di bidang Informatika. namun meski begitu tidak menyurutkan niat saya untuk mencari ilmu.
saya memiliki ketertarikan luar biasa terhadap Ilmu psikology, dan saya berharap suatu saat bisa mendapatkan pendidikan berkenaan dengan bidang itu. sehingga pada nantinya mudah - mudahan saya dapat menjadi seorang ahli di bidang IT dan psikology.
hobi saya adalah main sudoku game, saya beranggapan bahwa dengan main sudoku bisa mengasah otak dan meningkatkan kecerdasan. sebagian artikel yang membahas game ini, menyatakan bahwa salah satu manfaatnya adalah meningkatkan kecerdasan.
hari - hari saya habiskan untuk belajar, baik kuliah maupun membaca dan belajar bisnis. karena saya pikir untuk mempercepat kebebasan finansial tidak ada jalan lain kecuali memulai bisnis. saya juga aktif di beberapa organisasi dan komunitas.
saya memiliki sebuah cita -cita besar yaitu menjadi seorang akademisi yang mampu mengeluarkan karya -karya nyata untuk bangsa. dan tentunya menjadi seorang pelaku bisnis. dan mudah - mudahan yang saya cita - citakan menjadi sebuah kenyataan. amiin

21 Jun 2013

Holiday

 
liburan, mendengar kata ini. hampir semua orang pasti menginginkannya. buktinya jika liburan tiba sebagian besar orang memanfaatkanya untuk hal semacam ini. liburan adalah salah satu cara yang digunakan masyarakat pada umumnya untuk refreshing, berhenti sejenak dari rutinitas keseharian. dan hal ini terbukti ampuh untuk memulihkan pikiran. ini juga saya lakukan.
tahun baru 2014, saya tidak berencana untuk pergi liburan, alasannya klasik sih, dikarnakan gak punya duit. namun seorang teman memaksa mengajak liburan ke pantai. dengan senag hati saya mau tentunya. apalagi gratis katanya . ini fotonya....





19 Jun 2013

Mind Map Speed Reading for Beginners

mind-map-membaca-cepatSaya mendapat hadiah tahun baru yang sangat berharga di 2010 ini. Salah seorang pembaca blog ini, Maftuhah Nurbeti mengirimkan komentarnya tentang buku Speed Reading for Beginners sebagai berikut:
“Seandainya ebook ini dijual pun, saya yakin orang akan mau membelinya. Tapi ini adalah karya amal yang amat sangat bermanfaat dan bisa mendatangkan pahala yang tak putus-putusnya di alam berikutnya nanti. Amin.
Terlebih bagi saya dosen yang harus terus belajar, dokter yang emailnya terbanjiri oleh jurnal-jurnal kedokteran, dan ibu yang harus mendidik anak-anaknya.
Kalau mind map saya sudah sering membuat sejak mahasiswa. Tapi pertanyaan di awal buku, “Apakah Anda sering membeli buku namun akhirnya tidak semua habis terbaca?” itu Gue banget:-)
Saya biasa membaca sambil ngemil dimana saja termasuk momong anak. Jika dulu saya ngemilnya satu genggam, sekarang bisa satu kantong bahkan lebih hehehe. Inbox jurnal kedokteran saya juga sudah tidak lagi 978 unread message.
Agar buku ini lebih banyak dibaca orang, saya mempost mind map saya dan meletakkan link khusus di side bar blog saya.
Makasih mas Noer, semoga blog post saya lebih banyak lagi dengan bantuan Anda…”
Read more ----->>>

10 Tips Mengajak Anak Gemar Membac


Seorang pembaca blog ini pernah bertanya, “Bagaimana caranya mengajak anak kita supaya gemar membaca?”
Hmm, pertanyaan yang menarik dan penting untuk dijawab.
Jawaban saya waktu itu adalah, “Orangtua harus memberi contoh dengan rajin membaca di depan anak-anaknya. Ada acara membaca keluarga, di mana masing-masing anggota berkumpul dan membaca buku kesukaan masing-masing. Anak sering diajak main ke toko buku dan browsing buku kesukaan mereka. Terakhir, sering-sering diceritakan dongeng dengan membacakannya langsung sehingga anak tertarik untuk belajar sendiri.”
Sebagai orangtua, kita mungkin mengajarkan kepada anak kita cara membaca, namun belum tentu kita memberi contoh kepadanya untuk gemar membaca.
Secara tak sengaja, saya menemukan aplikasi menarik di Apple iTunes berjudul “Reading for Kids. 100 Ways To Encourage Your Kids To Read.” Tips ini serta merta membuat ide saya berkembang. Ternyata banyak sekali aktivitas kecil dan ringan yang bisa dilakukan untuk membentuk sebuah kebiasaan. Dan inilah beberapa tips menarik yang saya dapatkan dari aplikasi tersebut ditambah sharing dari saya pribadi..... Continue Read ------>>>

utorial Membuat Aplikasi Java Mobile Sederhana


Hai sobat-sobat sekalian, kali ini saya akan membahas tentang membuat aplikasi java di HP. Pertama-tama teman-teman harus mempunyai aplikasi J2SE ( jdk-6u3-windows-i586-p ), J2ME WTK ( sun_java_wireless_toolkit-2_5-windows ), JCreator.
Urutan penginstalannya adalah sebagai berikut:


  1. install J2SE ( jdk-6u3-windows-i586-p )
  2. install J2ME WTK ( sun_java_wireless_toolkit-2_5-windows )
  3. klik kanan my computer, properties, advanced, enviroment variables,klik variable Path lalu klik edit. Di jendela Edit System Variable ketikkan ;C:\Program Files\Java\jdk1.6.0_10\bin;%PATH%
  4. install JCreator
Sebagai contohnya:
  1. Buka aplikasi Wireless Toolkit 2.5
  2. Klik New Project.....   Continue Read ------>>>

poster

 




 



“What the mind can conceive and believe it can achieve”
look to Continue ------->>> 

Get Up

Get Up
Bringing a giraffe into the world is a tall order. A baby giraffe falls 10 feet from its mother’s womb and usually lands on its back. Within seconds it rolls over and tucks its legs under its body. From this position it considers the world for the first time and shakes off the last vestiges of the birthing fluid from its eyes and ears. Then the mother giraffe rudely introduces its offspring to the reality of life.
In his book, “A View from the Zoo”, Gary Richmond describes how a newborn giraffe learns its first lesson.
motivational
The mother giraffe lowers her head long enough to take a quick look. Then she positions herself directly over her calf. She waits for about a minute, and then she does the most unreasonable thing. She swings her long, pendulous leg outward and kicks her baby, so that it is sent sprawling head over heels.
When it doesn’t get up, the violent process is repeated over and over again. The struggle to rise is momentous. As the baby calf grows tired, the mother kicks it again to stimulate its efforts. Finally, the calf stands for the first time on its wobbly legs.
Then the mother giraffe does the most remarkable thing. She kicks it off its feet again. Why? She wants it to remember how it got up. In the wild, baby giraffes must be able to get up as quickly as possible to stay with the herd, where there is safety. Lions, hyenas, leopards, and wild hunting dogs all enjoy young giraffes, and they’d get it too, if the mother didn’t teach her calf to get up quickly and get with it.
The late Irving Stone understood this. He spent a lifetime studying greatness, writing novelized biographies of such men as Michelangelo, Vincent van Gogh, Sigmund Freud, and Charles Darwin.
Stone was once asked if he had found a thread that runs through the lives of all these exceptional people. He said, “I write about people who sometime in their life have a vision or dream of something that should be accomplished and they go to work.
“They are beaten over the head, knocked down, vilified, and for years they get nowhere. But every time they’re knocked down they stand up. You cannot destroy these people. And at the end of their lives they’ve accomplished some modest part of what they set out to do.”
- Craig B. Larson
Illustrations for Preaching & Teaching from Leadership Journal

The Touchstone


When the great library of Alexandria burned, the story goes, one book was saved. But it was not a valuable book; and so a poor man, who could read a little, bought it for a few coppers.
The book wasn’t very interesting, but between its pages there was something very interesting indeed. It was a thin strip of vellum on which was written the secret of the “Touchstone”!
The touchstone was a small pebble that could turn any common metal into pure gold. The writing explained that it was lying among thousands and thousands of other pebbles that looked exactly like it. But the secret was this: The real stone would feel warm, while ordinary pebbles are cold.
So the man sold his few belongings, bought some simple supplies, camped on the seashore, and began testing pebbles.
stone
He knew that if he picked up ordinary pebbles and threw them down again because they were cold, he might pick up the same pebble hundreds of times. So, when he felt one that was cold, he threw it into the sea. He spent a whole day doing this but none of them was the touchstone. Yet he went on and on this way. Pick up a pebble. Cold – throw it into the sea. Pick up another. Throw it into the sea.
The days stretched into weeks and the weeks into months. One day, however, about midafternoon, he picked up a pebble and it was warm. He threw it into the sea before he realized what he had done. He had formed such a strong habit of throwing each pebble into the sea that when the one he wanted came along, he still threw it away.
So it is with opportunity. Unless we are vigilant, it’s asy to fail to recognize an opportunity when it is in hand and it’s just as easy to throw it away.
- Author Unknown
Bits & Pieces, Economic Press

 

Blog Archive